Selasa, 12 Mei 2009

JANGAN MINUM KOPI DAN SODA SEBELUM OLAHRAGA

Tak bisa melewatkan pagi tanpa secangkir kopi? Mungkin Anda harus mengurungkan niat minum kopi jika hendak melakukan aktivitas olahraga pagi itu. Minum kopi sebelum olahraga bisa berisiko bagi jantung Anda.

Sebuah penelitian yang dilakukan American College of Cardiology mengungkapkan, sejumlah asupan kafein dari kopi bisa menahan kemampuan tubuh untuk meningkatkan aliran darah ke jantung selama melakukan olahraga.

Hal ini merupakan masalah. Pada saat berolahraga, aliran darah ke jantung sudah pasti meningkat, karena tubuh butuh asupan oksigen dan nutrisi lebih banyak.

Penelitian ini dilakukan terhadap para pecandu kopi. Mereka diminta puasa meminum kopi selama 36 jam, kemudian melakukan olahraga. Sebelum dan setelah berolahraga, pembuluh darah mereka diperiksa.

Pada tahap berikutnya, responden diminta mengonsumsi tablet kafein yang setara dua cangkir kopi, dan kembali dilakukan pemeriksaan pembuluh darah sebelum dan sesudah olahraga.

Kafein tidak berpengaruh pada pembuluh darah pada saat responden tidak minum kopi dalam 36 jam. Tapi setelah mengonsumsi tablet kafein, terjadi penurunan aliran darah sebesar 22%. Responden yang melakukan olahraga di tempat bertekanan tinggi bahkan bisa mengalami penurunan aliran darah lebih besar yaitu 39%.

Beberapa penelitian lain sempat mengungkapkan bahwa kopi adalah stimulan pemacu tenaga sebelum berolahraga. Oleh karena itu banyak atlet yang mengonsumsi kopi sebelmum berlatih atau bertanding. Tapi penelitian di atas membuktikan hasil yang berbeda.

Kafein memang bisa menstimulasi kerja otak, meningkatkan konsentrasi dan kesigapan. Atlet yang mengasup kafein sebelum bertanding merasakan stimulasi semangat, konsentrasi, dan fokus tinggi. Tapi sebetulnya pada pembuluh darah justru terjaid penurunan kerja.

Pada saat aliran darah di tubuh lebih rendah daripada yang diperlukan, tubuh akan mengalami kekurangan oksigen. Terutama suplai oksigen ke otot, otak, dan jantung. Hal itu bisa menyebabkan pusing mendadak bahkan pingsan.

Selain kopi, minuman lain yang tak dianjurkan dikonsumsi sebelum olahraga adalah soda ataupun minuman berenergi. Minuman yang paling baik dikonsumsi sebelum olahraga adalah air.

Makanan Pemacu Libido

VIVAnews - Ketika libido atau gairah seksual sedang ‘padam’ Anda bisa mengatasinya dengan afrodisiak (makanan pemicu gairah seksual). ‘Suntikkan’ nutrisi yang tepat, kemudian nikmati saat-saat indah dengan gairah cinta yang membara.

Berdasarkan fungsinya, makanan yang tergolong afrodisiak dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu:

1. Makanan yang menimbulkan efek langsung. Artinya, makanan tersebut berakibat langsung sebagai stimulan bagi tubuh untuk memproduksi hormon seksual. Jadi, dalam hitungan jam, Anda akan segera merasakan pengaruhnya. Contoh makanan yang termasuk jenis ini antara lain:

- Cokelat
Penganan ini mengandung bahan kimia phenylethilamin yang meneruskan rangsangan seksual kepada neurotransmitter di otak.

- Jahe
Jahe yang dicampur ke dalam makanan, adalah perangsang fungsi sistem sirkulasi tubuh.

- Wine
Kandungan alkohol dalam wine dapat memberikan efek menenangkan dan merangsang fungsi panca indera, termasuk fungsi otak dalam memberikan respon seksual.

- Kopi
Kafein yang terkandung dalam kopi dapat menstimulasi fungsi berbagai organ tubuh, termasuk otak yang berperan menangkap dan meneruskan rangsangan seksual.

- Daging kambing
Bagi sebagian orang, konsumsi daging kambing dapat berakibat memacu aliran darah dan meningkatkan kesensitifan otak dalam menangkap rangsangan.

2. Makanan yang menimbulkan efek tidak langsung. Artinya, zat-zat gizi yang terkandung dalam makanan tersebut harus dikonsumsi dalam waktu tertentu, agar dapat meningkatkan kemampuan sel-sel organ tubuh yang mengatur fungsi respon seksual. Contoh makanan yang termasuk jenis ini, antara lain:

- Madu
Sejak zaman dahulu, madu lazim digunakan sebagai bahan pencampur untuk ramuan obat impotensi dan masalah kesuburan lain.

- Pisang
Pisang adalah buah yang kaya kandungan potassium dan vitamin B yang penting dalam proses produksi hormon-hormon seksual.

- Avokad
Buah ini kaya akan vitamin E yang berperan menjaga kestabilan fungsi organ-organ reproduksi.

- Nanas dan stroberi
Kedua buah ini kaya akan vitamin C dan biasa digunakan sebagai sarana homeopathy untuk mengobati impotensi.

- Vanila
Aroma dan rasa vanila dapat menenangkan syaraf otak, sehingga dapat berfungsi baik dalam aktivitas menyalurkan sinyal-sinyal seksual.

- Tiram
Tiram dan jenis makanan laut lainnya kaya akan protein dan seng yang berperan penting dalam proses pembentukan hormon-hormon seksual.